Senin, 21 Oktober 2013

DIAFRAGHMA/APERTURE/F

Pengertian Diafraghma ialah untuk mengatur banyak atau sedikitnya cahaya yang masuk memalui lensa untuk membakar perak gelatin (perakhaida pada sebuah film) melalui proses kimiawi. Pemahaman, bila kita membuka sebuah pintu dari ruang yang gelap ke ruang dibaliknya yang terang, maka cahaya akan menerobos masuk ke ruang yang gelap. Hal itu dapat diatur oleh seberapa besar daun pintu itu kita buka. Bila kita buka sedikit, maka cahaya yang masuk ke kamar yang gelappun sedikit. Begitupun sebaliknya, bila kita buka lebar daun pintunya, maka cahaya yang masuk dapat menerangi seluruh kamar atau bahkan menyilaukan! Perumpamaannya, bila kita memotret pada ruang gelap sedangkan hanya ada satu sumber cahaya dari lilin, maka kita membutuhkan cahaya yang banyak untuk membakar (emulsi perak) film. Sedangkan bila kita hendak memotret ditempat yang menyilaukan, maka kitapun hanya membutuhkan cahaya yang sedikit untuk membakar (emulsi perak) film. Hal ini menjadi rumusan dasar pada Diafraghma secara global. Sedangkan angka panduan pada gelang Diafraghma itu menunjukan bahwa angka kecil berarti memiliki bukaan Diafraghma besar. Sedangkan angka besar menunjukan bukaan Diafraghma kecil. Bukaan Diafraghma atau dengan nama lain aperture adalah alat pengatur cahaya yang dapat masuk kedalam lensa kamera. Bukaan Diafraghma berbentuk lempengan bundar terbuat dari logam yang bisa membuka dan menutup dan terdapat pada lensa kamera. Ukuran bukaan Diafraghma dilambangkan dengan huruf 'f'

KAMERA

Kamera adalah media perekam bagi seorang fotografer. Namun banyak yang kurang mengenal berbagai jenis kamera berdasarkan fungsinya. karena seorang tentara, seorang fotografer pun harus tahu menggunakan peralatan yang tepat berdasarkan apa yang hendak ia foto. Karena kamera mempengaruhi dari hasil akhir, yaitu berupa kualitas pada karya anda sebagai fotografer. Sangat tidak mungkin bila anda senang berpergian, kamera yang anda bawa medium format kamera atau bahkan view kamera. Karena terlalu besar riskan. Selain merepotkan. Walaupun bila bicara mengenai kualitas dan hasil tentu saja kedua jenis kamera ini mengalahkan kamera jenis compact atau bahkan SLR kamera. Yang terpenting, sekali lagi, anda harus tahu penggunaan dari kamera anda. Untuk apa dan order apa yang nantinya anda tangani. Karena akan Sangat memakan biaya bila anda temakan pembicaraan orang tentang kamera yang baik. Sia-sia membuang uang untuk investasi yang anda sendiri belum tahu prospeknya. Mengingat masih banyak peralatan perlengkapan lainnya yang perlu anda beli, seperti lensa, filter, tripod, kabel relese dan semacamnya... Ingat, peralatan hanyalah pendukung, yang penting adalah tekhnik yang kuat dan rasa. Peralatan hanya berpengaruh pada format film yang anda gunakan. Bukan jaminan bagi anda untuk mendapatkan sebuah foto yang baik dengan kamera yang baik pula. Tapi tehnik adalah kuncinya!

Senin, 14 Oktober 2013

Selasa, 24 September 2013

.::SILHOUETTE::.

A silhouette is the image of a person, an object or scene represented as a solid shape of a single colour, usually black, its edges matching the outline of the subject. The interior of a silhouette is featureless, and the whole is typically presented on a light background, usually white, or none at all. The silhouette differs from an outline which depicts the edge of an object in a linear form, while a silhouette appears as a solid shape. Silhouette images may be created in any visual artistic media,[1] but the term normally describes pieces of cut paper, which were then stuck to a backing in a contrasting colour, and often framed. Cutting portraits, generally in profile, from black card became popular in the mid-18th century, though the term “silhouette” was seldom used until the early decades of the 19th century, and the tradition has continued under this name into the 21st century. They represented a cheap but effective alternative to the portrait miniature, and skilled specialist artists could cut a high-quality bust portrait, by far the most common style, in a matter of minutes, working purely by eye. Other artists, especially from about 1790, drew an outline on paper, then painted it in, which could be equally quick. The leading 18th-century English "profilist" in painting, John Miers, advertised "three minute sittings",[2] and the cost might be as low as half a crown around 1800. Miers' superior products could be in grisaille, with delicate highlights added in gold or yellow, and examples might be painted on various backings, including gesso, glass or ivory.[3] The size was normally small, with many designed to fit into a locket, but otherwise a bust some 3 to 5 inches high was typical, with half- or full-length portraits proportionately larger. From its original graphic meaning, the term "silhouette" has been extended to describe the sight or representation of a person, object or scene that is backlit, and appears dark against a lighter background. Anything that appears this way, for example, a figure standing backlit in a doorway, may be described as "in silhouette". Because a silhouette emphasises the outline, the word has also been used in the fields of fashion and fitness to describe the shape of a person's body or the shape created by wearing clothing of a particular style or period.